Breaking News
Home / Artikel Islam / 4 Usaha Thuma’ninah dalam sholat
4 Usaha Thuma'ninah dalam sholat
4 Usaha Thuma'ninah dalam sholat

4 Usaha Thuma’ninah dalam sholat

4 Usaha Thuma'ninah dalam sholat
4 Usaha Thuma’ninah dalam sholat

Thuma’ninah dan khusyu’ kebutuhan utama dalam melaksanakan sholat, terkadang ada sebagian umat islam yang mengabaikan tentang hal tersebut dalam mengerjakan sholat. Usaha agar bisa thuma’ninah dalam sholat :

  1. Memperbanyak jumlah hitungan bacaan dalam sholat, misalnya ketika rukuk membaca subhana robbiyal ‘adzim paling sedikit 3 kali, begitu pula ketika sujud membaca subhana robbiyal ‘a’la paling sedikit 3 kali

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِذَا رَكَعَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ، وَذَلِكَ أَدْنَاهُ ، وَإِذَا سَجَدَ فَلْيَقُلْ : سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى ثَلاَثًا ، وَذَلِكَ أَدْنَاهُ * رواه الترمذى

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud , dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian rukuk maka bacalah subhana rabbiyal-adzim, tiga kali. Dan apabila sujud maka bacalah subhana rabbiyal-a’la, tiga kali dan itu paling sedikit (minimal).” [HR. At-Tirmidzi]

عَنْ وَهْبِ بْنِ مَانُوسَ ، قَالَ : سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ ، يَقُولُ : سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ ، يَقُولُ : مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَحَدٍ بَعْدَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، أَشْبَهَ صَلاَةً بِرَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ هَذَا الْفَتَى – يَعْنِي عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ – قَالَ : فَحَزَرْنَا فِي رُكُوعِهِ عَشْرَ تَسْبِيحَاتٍ ، وَفِي سُجُودِهِ عَشْرَ تَسْبِيحَاتٍ * رواه أبو داود

Dari Wahab bin Ma’nus berkata:”Aku mendengar Sa’id bin Jubair berkata : Aku mendengar Anas bin Malik berkata : Aku tidak pernah sholat di belakang seorangpun (sepeninggal Rasulullah SAW) yang sholatnya paling mirip dengan Rasulullah saw daripada pemuda ini (Umar bin Abdul Aziz). Sa’id bin Jubair berkata:”Maka kami kira-kirakan waktu ruku’ dan sujudnya sekitar sepuluh kali bacaan tasbih.”(HR Abu Dawud).

  1. Membaca bacaan – bacaan sholat dengan pelan – pelan, fashih dan menghayati maknanya sehingga mendapatkan kekhusyu’an dan manisnya munajat dengan Alloh.

عَنِ الْبَيَاضِيِّ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ : ” إِنَّ الْمُصَلِّيَ يُنَاجِي رَبَّهُ، فَلْيَنْظُرْ بِمَا يُنَاجِيهِ بِهِ، … الحديث ” * رواه مالك

Dari Al-Bayadhi bahwa Rosululloh SAW bersabda : Sesungguhnya orang yang sholat itu sedang berbisik dengan Tuhannya, maka hendaklah dia berhati hati dengan sesuatu yang dia bisikkan kepada Tuhannya… (HR Malik)

  1. Merasa dan menghayati bahwa dirinya sedang mendekat dan menghadap kepada Alloh serta semua munajatnya didengarkan oleh Alloh dan seluruh gerakannya dilihat oleh Alloh

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ * سورة الشعراء 218 – 219

  1. Selalu mengingat – ingat bahwa sholat tanpa thuma’ninah hukumnya batal, sama dengan tidak sholat, sehingga merasa bahwa usahanya mempersungguh menjaga sholat akan sia – sia jika tidak thuma’ninah.

Incoming search terms:

  • bacaan sholat

Check Also

Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)

Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)

Menikah dan berumahtangga adalah salah satu tujuan individu anak adam, sehingga dalam berumahtangga perlu adanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *