Home / PPG LDII / Cara Memahami Gaya Belajar Anak

Cara Memahami Gaya Belajar Anak

Cara Memahami Gaya Belajar Anak

Didunia pendidikan, istilah modalitas mengacu pada penglihatan, pendengaran, dan kinestetik. Modalitas visual menyangkut penglihatan dan bayangan mental. Modalitas pendengaran merujuk pada pendengaran dan pembicaraan. Modalitas kinestetik merujuk pada gerakan besar dan kecil. Salah satu tanda mengenali gaya belajar seseorang melalui kalimat yang ia gunakan. Tipe visual akan bicara misalnya, “mama, lihat muka indri dong jika mau bicara sesuatu,” “Bu Guru dapat melihat apa yang aku maksudkan barusan?” sedangkan , tipe auditory mengatakan , “mama, dengerin, aku mau cerita.” Dan , tipe kinestetik cenderung berbicara sangat singkat, bahkan tanpa komentar apa pun.

cara_memahami_gaya_belajar_anak

Dengan bertanya

Diskusi sederhana tentang gaya belajar dan minat sering menjadi cara termudah untuk menghancurkan tembok antara guru dan murid. Anda juga dapat menemukan gaya belajar anak dengan mendengar suara mereka. Mintalah instruksi pada anak bergaya visual, dia akan cenderung menggambar sebuah peta. Pelajar bertipe auditory biasanya tidak suka membaca buku atau buku petunjuk, dia lebih suka bertanya untuk memeperoleh informasi. Sedangkan siswa bergaya kinestetik selalu ingin bergerak.

Dengan melihat

Ahli NLP (neuro linguistic programing) menyatakan bahwa mereka bisa mengetahui gaya belajar yang disukai anak hanya dengan gerakan mata dan mendengarkan pembicaraan mereka. Seorang anak yang berduduk tegak dan melihat lurus kedepan, atau matanya memandang keatas saat menerima informasi, atau jika berbicara cepat biasanya adalah tipe visual.

Sedangkan, anak yang melihat ke kanan-kiri saat menerima informasi. Atau melihat ke bawah ke sisi berlawanannya mungkin seorang auditorial. Ia biasanya akan berbicara dengan suara yang berirama. Sedangkan, anak kinestetik akan banyak bergerak, memandang ke kanan dan ke bawah saat menerima dan menyimpan informasi, dan kalau bicara terkesan lambat.

Dengan bahasa tubuh

Untuk menyerap informasi, anak tipe visual biasanya duduk tegak dan mengikuti guru dengan matanya. Seorang auditorial sering mengulang dengan lembut kata-kata yang diucapkan guru atau sering menggunakan kepalanya saat guru menyajikan informasi lisan. Sedangkan, anak tipe kinestetik sering menunduk saat ia mendengarkan dan juga kadang suka bermain-main dengan benda, mengeklik pulpen sambil mendengarkan orang berbicara.

Secara umum, tipe visual akan sangat mudah melihat atau membayangkan apa yang dibicarakan. Mereka sering melihat gambar yang berhubungan dengan kata atau perasaan dan mereka akan mengerti suatu informasi bila mereka melihat suatu kejadian secara langsung, melihat informasi secara tertulis, atau dalam bentuk gambar.

Tipe auditori mengekspresikan diri mereka melalui suara, baik itu melalui komunikasi internal dengan diri sendiri maupun eksternal dengan orang lain. Bila hendak menuliskan sesuatu, tipe ini akan mendengarkan suara dari apa yang akan ia tuli. Bila ia harus bertemu dan akan berbicara dengan seseorang yang baru dikenal, ia akan melakukan latihan mental mengenai apa saja yang akan ia katakan dan bagaimana cara mengatakannya. Tipe kinestetik sangat peka terhadap perasaan, emosi, sensasi sentuhan, dan gerakan.

Bila diminta untuk menuliskan suatu kata, tipe ini akan “merasakan” dulu kata tersebut, baru akan menuliskannya. Tipe kinestetik akan belajar maksimal dalam suatu kondisi yang banyak melibatkan fungsi fisik dan gerakan. Dari hasil penelitian, jumlah siswa yang belajar secara visual sebanyak 27%, auditori 34% dan 39% kinestetik.

Check Also

Menikah Muda Dalam Pandangan Islam

Menikah Muda Dalam Pandangan Islam

Menikah Muda Dalam Pandangan Islam “Menikah bukan hanya penyatuan komitmen antara laki-laki dan perempuan. Namun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *