Breaking News
Home / Tahukah Anda / Hikmah Jaddah dan Wajik

Hikmah Jaddah dan Wajik

Hikmah Jaddah dan Wajik

Asrama Asmaul Husna sudah berakhir kemarin tepatnya pada tanggal 10 Maret 2016 yang ditutup oleh ketua MPR RI Zulkifli Hasan, namun ada yang menarik dari acara itu yaitu, saat khataman semua peserta asrama bahkan tamu yang datang diberi kue khas kediri yaitu Jaddah dan Wajik, jajanan sederhana yang jauh dari kesan mewah yang hanya terbuat dari beras ketan, kelapa, dan gula merah. Bahkan dalam acara penutupan Asrama Syarah Asmaul Husna ini panitia menghabiskan 5,2 ton beras ketan untuk dimasak menjadi Jaddah dan Wajik yang kemudian dibagikan keseluruh peserta yang ada.

 

Jadddah yang memiliki rasa gurih nikmat dan Wajik yang memiliki rasa yang manis ternyata memiliki rahasia hikmah dibalik kesederhanaannya, hal ini diungkapkan oleh Ketua Ponpes Wali Barokah Kediri, Sunarto. ia mengatakan “Jaddah dan Wajik yang memiliki tekstur lengket ini adalah sebuah simbol dari sebuah kerukunan, kekompakan, persaudaraan dan solidaritas.  Jadi diharapkan setelah asrama ini, para peserta selalu menjaga kerukunan, kekompakan serta persaudaraannya selayaknya lekatnya Jaddah dan Wajik”.

3BLDKUDA210C56102E8368mx

Demi memenuhi kebutuhan memasak 5,2 ton beras ketan, DPP LDII mengerahkan bantuan kepada DPD LDII Kab/Kota Kediri selaku tuan rumah yang kemudian diteruskan di seluruh PC LDII dan PAC LDII di seluruh Kediri. hal ini sudah bisa menjadi bukti bahwa kerukunan dan kekompakan warga LDII tidak hanya saat asrama saja melainkan segala hal dalam kebaikan warga LDII selalu memulainya dengan musyawarah yang dilandasi kerukunan dan kekompakan. Selain itu juga terdapat cerita yang unik dari salah seorang peserta Asrama Asmaul Husna, Khiroul Vatansyah (26), seorang mubaligh yang menjadi peserta asrama dari Kota Gresik yang memiliki sahabat yang bernama Wanda (26) juga mubaligh dan juga salah satu peserta asal Kota Kediri. Mereka bercerita persaudaraan mereka berawal pada tahun 2009 sewaktu asrama Shahih Muslim sampai sekarang, bahkan saat vatan ditanyai seputar persahabatannya, ia menjawab “saya sebenarnya main kerumah Wanda ini ya kalau pas asrama, kalau enggak asrama ngapain main kerumahnya, hahaha”, imbuhnya. dan masih banyak cerita tentang persaudaraan yang terjalin dan ada pula yang menemukan pasangan hidup saat pengajian yang diadakan LDII ini.

Dan memang tidak salah jika para ulama LDII menjadikan Jaddah dan Wajik adalah simbol kerukunan, kekompakan dan persaudaraan, bahkan secara tidak langsung, ini juga menjadi ajang mengenalkan Jaddah dan Wajik kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai macam dan suku budaya bahkan ada yang berasal dari mancanegara.

Hal ini juga selaras dengan nasehat para ulama’ LDII yang selalu mengingatkan kepada warga LDII agar selalu menjaga 6 tabiat yang mulia yaitu rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah serta mujhid muzhid. Yang menjadi jati diri setiap warga LDII dimanapun berada selalu menjaga kerukunan dan kekompakan sebagaimana hikmah Jaddah dan Wajik.

Incoming search terms:

  • Hikmah asmaul husna pengajian ldii

Check Also

Kisah Si Miskin yang Baik Hati dan Si Maling Mangga

Kisah Si Miskin yang Baik Hati dan Si Maling Mangga ldiikediri.com- Ada seorang laki – …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *