Breaking News
Home / Artikel Islam / Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)
Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)
Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)

Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)

Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)
Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)

Menikah dan berumahtangga adalah salah satu tujuan individu anak adam, sehingga dalam berumahtangga perlu adanya keromantisan, keharmonisan antara suami dan istri. Puncak berumahtangga itu ketika kondisinya harmonis, romantis, sakinah mawaddah warohmah.

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ  َلآَ يَاتٍ  لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ  * سورة  الروم  21

Artinya : Termasuk tanda kekuasaannya Alloh bahwa Alloh menjadikan istri yang berasal dari dirimu sendiri dengan tujuan supaya kalian merasa tenang dan Alloh  menjadikan rasa cinta dan kasih sayang diantara kalian. Sesungguhnya di dalam demikian itulah Alloh menjadikan ayat bagi kaum yang bisa mengambil peringatan

Syarat – syarat untuk menjadi keluarga bahagia :

  1. Antara suami istri saling mengerti antara hak dan kewajiban masing – masing, mengerti tugas masing – masing.
  • Kewajiban Suami

A. Meramut istri, memberi nafkah dengan sakpol kemampuannya

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ … الأية * النساء 34

Artinya : Seorang suami merupakan peramutnya istri, sebab suatu kefadholan yang telah Alloh berikan kepada suami mengalahkan istri dan dengan sebab mereka menafkahkan hartanya

عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْقُشَيْرِىِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدِنَا عَلَيْهِ قَالَ  أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ  * رواه أبو داود

Artinya : Dari Hakim bin Muawiyah dari Bapaknya Dia berkata : Aku berkata pada Nabi: Wahai Nabi hak seorang istri salah satu kami yang menjadi kewajiban suami itu apa saja? Nabi menjawab : Kewajiban seorang suami kepada istrinya yaitu memberi makan ketika Engkau makan, memberi pakaian ketika Engkau memakai pakaian atau bekerja, tidak memukul wajahnya, tidak menghina, tidak meninggalkan istri melainkan masih di dalam rumah. 

B. Kasih sayang dan cinta kepada keluarga

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَكْمَلِ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ * رواه الترمذى

Artinya : Dari Aisyah, Dia berkata bahwa Rosululloh bersabda : Orang iman yang paling sempurna keimanannya adalah orang iman yang memiliki budi pekerti yang baik dan yang kasih sayang kepada keluarganya

C. Menghormati dan memuliakan seorang istri serta tidak mudah menghina

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهَلِى مَا أَكَرَمَ النِّسَاءَ إِلَّا كَرِيْمٌ وَلَا أَهَانَهُنَّ إِلَّا لَئِيْمٌ * رواه ابن عساكر

Artinya : Sebaik – baiknya kalian adalah Sebaik – baiknya kalian kepada keluarga. Dan Aku (Nabi Muhammad SAW) paling baiknya kalian bagi keluargaku. Tidak ada yang memuliakan istri kecuali orang yang mulia. Tidak ada yang menghinakan istri kecuali orang yang hina.

 D. Bisa menjaga rahasia keluarga

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الأَمَانَةِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا * رواه مسلم

Artinya : Dari Abdurrahman bin sa’din, Dia berkata : Aku pernah mendengar Sa’iid Al-Hu’driyya, Dia berkata, bahwa Nabi SAW bersabda : Amanat yang paling besar menurut Alloh pada hari qiyamat adalah seorang laki – laki saling menjima’ dengan istri kemudian menyebar luaskan rahasia keadaan saat Dia jima’.

E. Tidak berselingkuh dengan wanita lain

عَنْ رُوَيْفِعِ بْنِ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيِّ، قَالَ: كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ افْتَتَحَ حُنَيْنًا، فَقَامَ فِينَا خَطِيبًا فَقَالَ: ” لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ، يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَسْقِيَ مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ … الحديث * رواه أحمد

Artinya : Dari Ruwaifi’ bin Tsabit Al Anshari berkata; saya bersama Nabi SAW ketika sedang menaklukkan Hunain, lalu beliau berdiri di tengah-tengah kami berkhutbah, bersabda : “Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir mengalirkan airnya (air maninya) pada sawah orang lain (istri orang lain), …….. (HR Ahmad)

  • Kewajiban Istri

A. Thoat dan patuh terhadap suami

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا * الأحزاب 35

Artinya : Laki – laki yang islam dan perempuan yang islam, laki – laki yang iman dan perempuan yang iman, laki – laki yang tunduk dan perempuan yang tunduk, laki – laki yang jujur dan perempuan yang jujur, laki – laki yang sabar dan perempuan yang sabar, laki – laki yang khusu’ dan perempuan yang khusu’, laki – laki yang ahli shodaqoh dan perempuan yang ahli shodaqoh, laki – laki yang ahli puasa dan perempuan yang ahli puasa, perempuan dan laki – laki yang menjaga farji, serta laki – laki dan perempuan yang banyak ingat kepada Alloh, mereka semua telah Alloh sediakan pengampunan dan pahala yang sangat besar.

… فَقَالَ لَا يَصْلُحُ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ وَلَوْ صَلَحَ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا مِنْ عِظَمِ حَقِّهِ عَلَيْهَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ كَانَ مِنْ قَدَمِهِ إِلَى مَفْرِقِ رَأْسِهِ قُرْحَةً تَنْبَجِسُ بِالْقَيْحِ وَالصَّدِيدِ ثُمَّ اسْتَقْبَلَتْهُ فَلَحَسَتْهُ مَا أَدَّتْ * رواه أحمد في مسنده

Artinya : Nabi bersabda : Manusia tidak baik apabila sujud kepada sesama manusia dan seandainya boleh, pasti Aku akan perintah kepada istri sujud kepada suaminya karena besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri, Demi Dzat yang diriku ada ditanganNya, seandainya mulai telapak kaki suami sampai belahan kepalanya terdapat luka yang mengalirkan darah bercampur nanah, kemudian istrinya datang dan menjilatinya sampai bersih maka seperti itu belum dikatakan mendatangkan hak suami.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا * رواه الترمذى

Artinya : Dari Abu Huroiroh yang bersumber dari Nabi SAW, beliau bersabda : Seandainya Aku boleh perintah sujud kepada seseorang, pastilah Aku perintah seorang istri supaya sujud kepada suaminya

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ * رواه أحمد في مسنده

Artinya : Ketika seorang istri tertib sholat 5 waktunya, puasa romadhon, menjaga farjinya, thoat kepada suaminya, maka dikatakan padanya : ” Silahkan masuk surga melalui pintu surga yang kamu inginkan”

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : سَأَلْتُ النَّبِيَ صلى الله عليه وسلم أَيُّ النَّاسِ أَعْظَمُ حَقًّا عَلَى الْمَرْأَةِ قَالَ زَوْجُهَا قُلْتُ فَأَيُّ النَّاسِ أَعْظَمُ حَقًّا عَلَى الرَّجُلِ قَالَ أُمُّهُ * رواه النسائى

 Artinya : Dari Aisyah, Dia berkata : siapakah manusia yang lebih besar haknya terhadap perempuan? Nabi menjawab : “Suaminya “, Saya (Aisyah) bertanya lagi : Siapakah manusia yang paling besar haknya terhadap orang laki – laki ? Nabi menjawab : “Ibunya”

B. Selalu dalam keadaan ceria / ajer / ketika dipandang suami (disawang nyenengake / dipandang menyenangkan) dan bisa membuat suami bergairah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ * رواه النسائى

Artinya : Dari Abu Huroiroh, Dia berkata : Ditanyakan kepada Rosululloh SAW : Istri yang baik itu seperti apa? Nabi menjawab : Istri yang menyenangkan ketika dipandang, thoat ketika diperintah dan tidak menyelisihi dalam dirinya dan hartanya dengan sesuatu yang dibenci suaminya.

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: خَيْرُ نِسَائِكُمُ اْلعَفِيْفَةُ اْلغَلِمَةُ. عَفِيْفَةٌ فِى فَرْجِهَا غَلِمَةٌ عَلَى زَوْجِهَا. الديلمى

Artinya : Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Nabi SAW telah bersabda, “Sebaik-baik wanita kalian ialah yang bisa menjaga diri dan menggairahkan, menjaga diri dari farjinya dan menggairahkan pada suaminya”. [HR. Ad-Dailami]

C. Selalu mendukung dan memberi motivasi kepada suami dalam segala hal kebaikan baik dalam urusan dunia maupu urusan akhirot

… فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَّ الْمَالِ نَتَّخِذُ فَقَالَ لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ * رواه ابن ماجة

Artinya : Umar berkata : Wahai Rosululloh, harta seperti apa yang seharusnya dimiliki? Nabi menjawab : Supaya salah satu kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang  selalu dzikir dan istri yang iman yang menolong salah satu kalian dalam masalah perkara akhirot

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ : قَالَ رَسولُ اللهِ صلى الله عليه و سلم لِمُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ : يَا مُعَاذَ قَلْبٌ شَاكِرٌ وَ لِسَانٌ ذَاكِرٌ وَ زَوْجَةٌ صَالِحَةٌ يُعِيْنُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ وَ دِيْنِكَ خَيْرٌ مَا أَكْتَنَزَ النَّاسُ * رواه البيهقى

Artinya : dari Abu Umamah, Dia berkata : Rasululloh SAW bersabda kepada Muadz bin Jabal: Wahai Muadz, hati yang syukur, lisan yang selalu dzikir, dan istri sholihah yang selalu menolongmu baik dalam perkara duniamu maupun agamamu, semua itu merupakan sebaik – baiknya sesuatu yang disimpan oleh manusia.

C. Tidak mudah mengerjakan sesuatu yang membuat suami marah / tersakiti hatinya

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا إِلَّا قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ لَا تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ أَوْشَكَ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا * رواه ابن ماجة

Artinya : Dari Muadz bin Jabal, dia berkata : Rosululloh SAW bersabda : Apabia seorang istri menyakiti kepada suaminya, maka bidadari yang jeli matanya berkata : Engkau (istri) jangan menyakiti pada suami, semoga Alloh melaknatimu, karena suami berada disisimu hanyalah sebentar selanjutnya suami akan memisahimu untuk bersama Kami

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اثْنَانِ لاَ تُجَاوِزُ صَلاَتُهُمَا رُءُوسَهُمَا : عَبْدٌ آبِقٌ مِنْ مَوَالِيهِ حَتَّى يَرْجِعَ ، وَامْرَأَةٌ عَصَتْ زَوْجَهَا حَتَّى تَرْجِعَ * رواه الحاكم

Artinya : Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata : Rasulullah SAW telah bersabda “Ada dua orang yang shalatnya tidak bisa melewati kepalanya, yaitu : budak yang lari dari tuannya sehingga dia kembali dan istri yang bermakshiyat kepada suaminya sehingga dia kembali”

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتْ الْجَنَّةَ * رواه ابن ماجة

Artinya : Dari Umi Salamah, Dia berkata : Rosululloh SAW bersabda : Dimana seorang istri meninggal sedangkan suaminya ridho kepadanya (ridho karena kethoatannya dan tidak menyakiti suaminya) maka Dia masuk ke dalam surga

D. Tidak menolak ketika diajak jima’ dimanapun berada ketika suami menginginkannya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ * رواه بخارى

Artinya : Dari Abu Huroiroh, Dia berkata : Rosululloh SAW bersabda : Ketika suami memanggil istrinya untuk diajak jima’, kemudian istri menolak, sampai kemarahan suami bermalam, maka pasti malaikat melaknatinya sampai pagi

عَنْ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ وَإِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّورِ * رواه الترمذى

Artinya : dari Abu Tholqi bin ‘Ali, Dia berkata : Rosululloh SAW bersabda : Ketika seorang suami memanggil istrinya untuk diajak jima’ maka istri supaya mendatangi suaminya meskipun berada di dapur

E. Meminta izin ketika akan keluar rumah dan ketika akan mengerjakan ibadah sunah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ … فَقَالَ : إِنَّ حَقَّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ إِنْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى ظَهْرِ بَعِيرٍ أَنْ لاَ تَمْنَعَهُ ، وَمِنْ حَقِّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ ، أَنْ لاَ تَصُومَ يَوْمًا تَطَوُّعًا إِلاَّ بِإِذْنِهِ ، فَإِنْ فَعَلَتْ ، جَاعَتْ وَعَطِشَتْ وَلَمْ يُقْبَلْ مِنْهَا ، وَمِنْ حَقِّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ ، أَلاَّ تُعْطِي مِنْ بَيْتِهِ شَيْئًا إِلاَّ بِإِذْنِهِ ، فَإِنْ فَعَلَتْ ، كَانَ الأَجْرُ لِغَيْرِهَا وَالشَّقَاءُ عَلَيْهَا ، وَمِنْ حَقِّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ ، أَنْ لاَ تَخْرُجَ مِنْ بَيْتِهَا إِلاَّ بِإِذْنِهِ ، فَإِنْ فَعَلَتْ ، لَعَنَتْهَا مَلاَئِكَةُ السَّمَاءِ وَمَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ ، وَمَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ ، حَتَّى تَرْجِعَ ، أَوْ تَتُوبَ. * رواه الطبراني في الزواجر

Artinya : Dari Ibnu Abbas … Nabi bersabda : Sesungguhnya hak suami yang menjadi kewajiban istri, seandainya suami meminta dirinya disaat dia berada di sekeduk unta maka tidak boleh menolaknya, Dan sesungguhnya hak suami yang menjadi kewajiban istri, Dia tidak boleh mengerjakan puasa sunah kecuali dengan seizinnya, seandainya Dia tetap mengerjakan, maka Dia hanya mendapatkan rasa lapar dan haus serta puasanya tidak diterima dan Dia tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izin suaminya. Seandainya Dia mengerjakannya, maka malaikat langit, malaikat bumi, malaikat rohmat dan malaikat adzab melaknatinya sampai Dia kembali.

لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاَللَّهِ أَنْ تَأْذَنَ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَهُوَ كَارِهٌ وَلَا تَخْرُجُ وَهُوَ كَارِهٌ … * رواه الحاكم

Artinya : Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Alloh mengizinkan orang lain masuk ke rumah suaminya yang suaminya itu tidak suka, dan tidak halal dia keluar (rumah) apabila suaminya tidak suka. [HR. Hakim]

F. Meramut suami dengan sak pol kemampuannya, bagaimanapun keadaan suaminya

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نِسَاءُ قُرَيْشٍ خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الْإِبِلَ أَحْنَاهُ عَلَى طِفْلٍ وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ * رواه البخارى

Artinya : Sesungguhnya Abu Huroiroh berkata : Saya mendengar Rosululloh SAW bersabda : Wanita Quroisy itu adalah sebaik – baiknya wanita, mereka mahir menaiki unta (untuk bekerja), penyayang terhadap anak – anak dan lebih bisa meramut (menghormat) kepada suaminya bagaimanapun keadaan suaminya.

 ……………………………………………………………………………………………..

Check Also

4 Usaha Thuma'ninah dalam sholat

4 Usaha Thuma’ninah dalam sholat

Thuma’ninah dan khusyu’ kebutuhan utama dalam melaksanakan sholat, terkadang ada sebagian umat islam yang mengabaikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *