Breaking News
Home / Artikel Islam / Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.2)
Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.2)
Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.2)

Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.2)

Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.2)
Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.2)

2. Bisa saling menerima kelemahan dan kelebihan masing – masing serta bisa saling mensyukuri

… وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا * النساء 19

Artinya : Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Maka jika Engkau membenci sesuatu yang ada pada dirinya , maka barang kali saja Allah menjadikan padanya kebaikan lain yang banyak.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه و سلم : لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لَا تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لَا تَسْتَغْنِي عَنْهُ * رواه النسائى

Artinya : Dari Abdulloh bin Amr, Dia berkata : Rosululloh SAW bersabda : Alloh tidak akan melihat kepada istri yang tidak bersyukur terhadap suaminya yaitu tidak merasa cukup terhadap pemberian suaminya.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِىَ مِنْهَا آخَرَ  * رواه مسلم

Artinya : Dari Abu Huroiroh, Dia berkata : Rosululloh SAW bersabda : Orang iman laki – laki (suami) jangan membenci kepada orang iman perempuan (istri), jika dia membenci akhlaq istrinya, maka Dia supaya melihat kelebihan istri dari sisi yang lainnya.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ * رواه البخارى

Artinya : Dari Ibnu Abbas, Dia berkata : Nabi SAW bersabda : Aku diperlihatkan neraka, ketika itu kebanyakan penghuninya adalah perempuan yang kufur. Kemudian Nabi ditanya: Apakah perempuan itu kufur terhadap Alloh? Nabi menjawab : Mereka kufur terhadap pemberian dan terhadap kebaikan suaminya, yaitu ketika Engkau berbuat baik kepada salah satu mereka 1 tahun kemudian dia melihat suatu kekurangan darimu, dia berkata : Aku belum melihat kebaikanmu sama sekali.

 3. Sabar dan tidak mudah emosi dalam menghadapi segala masalah dalam berumah tangga (tidak mudah mengatakan tholaq)

عَنْ عُبَادَةَ بن نَسِيٍّ حَدَّثَنِي أَبُو مُوسَى الأَشْعَرِيُّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”لا تُطَلِّقُوا النِّسَاءَ، إلا مِنْ رِيبَةٍ، فَإِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الذَّوَّاقِينَ وَلا الذَّوَّاقَاتِ” * رواه الطبرانى

Artinya : Dari ‘Ubadah bin Nasiyyin : Abu Musa Al Asy’ari bercerita kepadaku bahwa dia berkata dan Rosululloh SAW bersabda : Kalian jangan mencerai istri kalian kecuali dengan suatu alasan (alasan sesuai syariat agama islam). Karena Alloh tidak senang pada laki – laki yang senang mencicipi (nikah – cerai) dan perempuan yang mencicipi (nikah – cerai)

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاَقًا فِى غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ » * رواه أبو داود

Artinya : Dari Tsauban, Dia berkata : Rasululloh SAW bersabda : Seorang perempuan yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan, maka baunya surga harom untuknya

4. Saling mencintai dan menunjukkan rasa cinta dengan keromantisan dalam rumah tangga

عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ إِنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَا عَائِشَ هَذَا جِبْرِيلُ يُقْرِئُكِ السَّلَامَ … * رواه البخارى

Artinya : Dari Ibnu Syihab, Abu Salamah berkata sesungguhnya Aisyah Dia berkata : Rosululloh SAW bersabda : Wahai Aisy (wahai sayangku) ini adalah Jibril, Dia membacakan salam untukmu.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَال… فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَوِّي لَهَا (صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ) وَرَاءَهُ بِعَبَاءَةٍ ثُمَّ يَجْلِسُ عِنْدَ بَعِيرِهِ فَيَضَعُ رُكْبَتَهُ فَتَضَعُ صَفِيَّةُ رِجْلَهَا عَلَى رُكْبَتِهِ حَتَّى تَرْكَبَ * رواه البخارى

Artinya : Dari Anas bin Malik, Dia berkata … Aku melihat Nabi menutupi Sofiyah binti huyayin dari belakang kain / hijab, kemudian saat Sofiyah akan naik unta, Nabi meletakkan lututnya di bawah unta, maka sofiyah naik unta dengan meletakkan kakinya di atas lututnya Nabi sampai sofiyah bisa naik ke atas unta.

عَنْ عَائِشَةَ  …  فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَنَّ اسْتِنَانًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهُ فَمَا عَدَا أَنْ فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَهُ أَوْ إِصْبَعَهُ ثُمَّ قَالَ فِي الرَّفِيقِ الْأَعْلَى ثَلَاثًا ثُمَّ قَضَى وَكَانَتْ تَقُولُ مَاتَ بَيْنَ حَاقِنَتِي وَذَاقِنَتِي * رواه البخارى

Artinya : Dari Aisyah … Aku belum pernah melihat Nabi siwakan sebaik siwakannya Nabi saat ini, tidak lama kemudian Nabi mendatangi shohabat – shohabatnya sambil isyaroh mengangkat tangannya / ibu jarinya ke atas sebanyak 3 kali (pertanda Nabi akan meninggal), kemudian Nabi meninggal saat dipelukanku.

 5. Saling tolong menolong di dalam menetapi kewajiban berumah tangga

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ * رواه البخارى

Artinya : Dari Abu Huroiroh, Dia berkata : Jibril datang pada Nabi SAW , Jibril berkata: Wahai Rosululloh, ini adalah Khodijah, Dia datang membawa wadah yang berisi lauk atau makanan atau minuman, ketika Dia datang sampaikan salam untuknya dari Tuhannya dan dari diriku serta memberilah kabar gembira dengan sebuah rumah di dalam surga yang tidak ada keramaian dan payah di dalamnya.

عَنِ الْأَسْوَدِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ قَالَتْ كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ * رواه البخارى

Artinya : Dari Aswad, Dia berkata : Aku bertanya pada Aisyah : Wahai Aisyah, Apa yang diperbuat Nabi di dalam rumah? Aisyah menjawab : Nabi membantu dan melayani kerepotan keluarganya,ketika datang waktu sholat maka Nabi keluar mengerjakan sholat.

6. Saling menasehati satu sama lain dengan bahasa dan irama yang baik

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنْ الْفِتَنِ وَمَاذَا فُتِحَ مِنْ الْخَزَائِنِ أَيْقِظُوا صَوَاحِبَاتِ الْحُجَرِ فَرُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ فِي الْآخِرَةِ * رواه البخارى

 Artinya : Dari Ummi Salamah, Dia berkata : Disuatu malam Nabi SAW bangun dari tidurnya dan bersabda : Subhanalloh, fitnah apa yang diturunkan Alloh malam ini, Dan kekayaan apakah yang dibukakan Alloh (untuk manusia), untuk itu membangunkanlah kalian shohabat kepada penghuni – penghuni kamar (istri – istriku), terkadang orang yang berpakaian di dunia, maka di akhirot nanti Dia juga akan telanjang   

 7. Saling memberikan sanjungan / pujian dan berusaha berbuat lembut antara keduanya dalam rumah tangga

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ دَخَلَ الْحَبَشَةُ الْمَسْجِدَ يَلْعَبُوْنَ فَقَالَ لِي يَا حُمَيْرَاءُ أَتُحِبِّيْنَ أَنْ تَنْظُرِي إِلَيْهِمْ فَقُلْتُ نَعَمْ فَقَامَ بِالْبَابِ وَجِئْتُهُ فَوَضَعْتُ ذَقَنِي عَلَى عَاتِقِهُ فَأَسْنَدْتُ وَجْهِيْ إِلَى خَدِّهِ * رواه النسائى

Artinya : Dari Aisyah istrinya Nabi SAW, Dia berkata : Ada orang Habasyah datang ke masjid kemudian bermain – main, maka Nabi bersabda kepadaku :Wahai si dua pipi merah (Wahai cantik), apakah Engkau senang melihat mereka?. Aku menjawab : Ya saya senang. Kemudian Nabi berdiri di pintu, lalu Aku menghampiri Nabi memeluk Nabi dari belakang, meletakkan daguku dipundaknya Nabi serta menempelkan wajahku di pipinya Nabi

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَضَعُ فَاهُ عَلَى الْمَوْضِعِ الَّذِي أَشْرَبُ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِنْ فَضْلِ سُؤْرِيْ وَأَنَا حَائِضٌ * رواه النسائى

Artinya : Dari Aisyah, Dia berkata : Nabi meletakkan mulutnya pada wadah minuman yang telah Aku minum, kemudian Nabi meminum bekas minumanku dan saat itu Aku dalam keadaan haid

8. Bisa saling senda gurau (guyon) antara keduanya dalam berumah tangga

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى فَقَالَ هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ * رواه أبو داود

Artinya : Dari Aisyah, Saat dia bersama Nabi dalam perjalanan, Dia berkata : Aku balapan dengan Nabi, saat itu lariku lebih cepat daripada Nabi. Maka ketika Aku gemuk, Aku balapan lagi dengan Nabi, maka ketika itu Aku kalah dengan Nabi. Nabi bersabda : kemenangan ini sebagai balasan kekalahanku dulu

 9. Mendidik anak – anaknya dengan baik

10. Anak merupakan tanggung jawab orang tua

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ * رواه البخارى

Artinya : Nabi SAW bersabda : Setiap Anak dilahirkan itu dalam keadaan fitroh. Dan kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. Seperti gambarannya ternak yang dilahirkan induknya, apakah Engkau melihat ternak itu cacat?

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ * رواه أبو داود

Artinya : Dari Abdulloh bin umar, Dia berkata : Rosululloh SAW bersabda : Cukuplah seseorang dikatakan dosa apabila dia menyia – nyiakan pada sesuatu yang dia ramut

A. Orang tua supaya selalu mendo’akan baik terhadap anaknya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ * رواه ابن ماجة

Artinya : Dari Abu Huroiroh, Dia berkata : Rosululloh SAW bersabda : Ada 3 golongan yang do’anya mustajab dan tidak diragukan lagi, yaitu do’anya orang yang dianiaya, do’anya musafir dan do’anya orang tua kepada anaknya.

B. Mempunyai anak yang sholih sholihah membangun keluarga yang bahagia dan menjadi keutamaan di akhirat

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم ، قَالَ : أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْءِ : أَنْ تَكُونَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً ، وَأَوْلاَدُهُ أَبْرَارًا ، وَخُلُطَاؤُهُ صَالِحِينَ ، وَأَنْ يَكُونَ رِزْقُهُ فِي بَلَدِهِ * رواه ابن عساكر

Artinya : Dari Nabi SAW, beliau bersabda : 4 hal yang menjadikan kebahagiaannya seseorang : mempunyai istri yang sholihah, anak yang baik, teman bergaul yang sholih dan mata pencaharian  / rizkynya di negaranya sendiri.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ * رواه أبو داود

Artinya : Dari Abu Huroiroh, Sesungguhnya Rosululloh SAW bersabda : Ketika manusia mati maka putuslah semua amalannya kecuali dari tiga hal : dari shodaqoh jariyah atau ilmu yang diambil manfaat atau anak yang sholih mendoakannya

Check Also

Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)

Keharmonisan Rumah Tangga (Bag.1)

Menikah dan berumahtangga adalah salah satu tujuan individu anak adam, sehingga dalam berumahtangga perlu adanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *