Breaking News
Home / Berita LDII / LDII dan UIN Adakan Seminar Nasional Ekonomi Syariah

LDII dan UIN Adakan Seminar Nasional Ekonomi Syariah

LDII dan UIN Adakan Seminar Nasional Ekonomi Syariah

Salah satu pintu masuk setan untuk menganggu anak adam yaitu melalui perniagaan, oleh karena itu agar terhindar dari jebakan setan dalam hal bisnis halal haram mempelajari hukum muamalah menjadi wajib supaya terhindar dari bisnis subhat dan haram.

seminar-ldii

Menurut Ketuah Majlis Taujih Wal Irsyad DPP LDII, ada tujuh transaksi haram yang wajib di ketahui dan di hindari oleh umat islah antara lain :

  1. Transaksi riba
  2. Gharar (ketidakpastian)
  3. Dharar (penganiayaan)
  4. Maysir (perjudian)
  5. Maksiat
  6. Suht (barang haram), dan
  7. Risywah (suap)

Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan DPW LDII Yogyakarta pada bulan sepetember 2014 mendakan seminar nasional dengan tema Peran Penting Ekonomi Syariah dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Ketua MUI DIY Drs. KH. Thoha Abdurrahman membuka langsung seminar dan di lanjutkan sambutan dari ketua umum DPP LDII Prof. Dr. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc. Dalam materi yang berjudul Posisi dan Peran Indonesia di ASEAN dalam Pengembangan Ekonomi Syariah yang di sampaikan oleh DR. H. Ardito Bhinadi, S.E., M.Si. bahwa indonesia berada dalam wilayah demografi yang sangat luas, bahkan jumlah penduduknya terbanyak se ASEAN selain itu indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, jika di kelola dengan baik maka menjadi modal sosial yang sangat baik. Namun yang menggunakan masih banyak dan bahkan jarang yang menggunakan bank syariah dalam keperluan usaha mereka. Menurut catatan bahwa bank syariah di seluruh dunia memiliki 38 juta nasabah dan dua pertiganya dari negara Qatar, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Turki.

Solusi bagi Pengembangan Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia meliputi :

  1. Melakukan edukasi ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat di Indonesia.
  2. Mengembangkan lebih banyak produk-produk pembiayaan (mudharabah dan musyarakah) sesuai syar’i.
  3. Melakukan edukasi dan sosialisasi untuk meyakinkan bahwa produk-produk yang ditawarkan HALAL.
  4. Meningkatkan SDM internal terkait penguasaan mengenai ekonomi dan keuangan syariah, baik dalam tataran landasan hukum sampai dengan teknis.

Dra. Hj. Mursida Rambe (Ketua BMT Beringharjo) menambahkan bahwa Peran BMT dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat adalah:

  1. Lembaga intermediary antara shohibul maal dengan mudharib
  2. Sebagai agen langsung dalam peningkatan kesejahteraan usaha mikro
  3. Lembaga dakwah dalam merubah nilai moral anggota agar lebih baik
  4. Membantu mengentaskan kemiskinan melalui Dana ZIS
  5. Membantu mengurangi pengangguran.

Check Also

Halaqoh-Kubro-LDII-Jatim

20.000 Penghafal Alquran Berkumpul di Surabaya

20.000 Penghafal Alquran Berkumpul di Surabaya Surabaya (23/12). Majelis Taujih Wal Irsyad DPP LDII bekerja sama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *