Breaking News
Home / Sosial / Mengendalikan Masa Remaja Tanpa Mengekang

Mengendalikan Masa Remaja Tanpa Mengekang

Mengendalikan Masa Remaja Tanpa Mengekang

LDII memberikan perhatian serius terhadap dunia remaja dengan mengadakan seminar parenting skill yang di adakan DPD LDII Jakarta Utara. Seminar yang membahas tentang masalah remaja saat ini di hadiri oleh 50 orang pasangan suami istri. Materi yang di sampaikan oleh Dra.Nana Maznah Prasetyo, M.Si menjelaskan bahwa remaja memiliki tiga masa perkembangan, fase pertama saat usia 10 hingga 13 tahun di sebut masa awal, di mana masa tersebut remaja mengalam banyak perubahan dalam fisik maupun emosi.

cabe-rawit-ldii

Masa kedua adalah masa remaja tengah ada di umur 14 hingga 17 tahun, masa ini remaja mengalami face perubahan social dan hubungan interpersonal. Sedangkan pada masa ketiga adalah fase pada umur 18 hingga 20 tahun mulai focus pada identitas diri dan peran social untuk masa depan mereka.

Seminar yang di motori oleh PPG LDII Jakarta utara di latarbelakangi karena situasi remaja mengalami masa-masa yang sulit bagi remaja itu sendiri maupun orang tua. Mereka merasa sudah dewasa sehingga tidak ingin di batasi oleh beberapa peraturan dari orang tua maupun yang lainnya, namun mereka tidak merasa masih memiliki ketergantungan yang kuat terhadap orang tua khususnya dalam hal financial bahkan afeksi.

festifal-anak-sholih-ldii

Dari tiga fase anak orang tua berharap dapat memanfaatkan situasi agar dapat mendidik anak-anaknya memiliki ilmu agama agar alim, fakih, ahklak mulia dan mandiri. Sehingga mereka memiliki moral agama yang baik, hal tersebut tidaklah mudah apabila keluarga tidak memiliki hubungan yang harmonis. Sedangkan guru di sekolah maupun di pengajian hanya untuk membantu dan mendapingi pendidikan anak.

Apabila anak tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya karena hubungan keluarga kurang haromonis, mereka akan mencari kesenangan dengan mencari hiburan apakah melalui media online maupun televise yang kurang mendidik yang berakibat merusak kecerdasan emosional. Sehingga mereka tidak bisa mengelola emosi, tidak mampu mengendalikan impuls-dorongan sesaat pada dirinya, akibatnya dia tidak mampu berelasi dengan orang lain.

Anak akan lebih banyak berani terhadap orang tua, membangkang, cemas, takut, kesepian dan merasa sedih. Jika anak tersebut tidak diajari untuk percaya diri maka tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang mereka kerjakan, banyak melamun, dan dia akan terhambat perkembangan ketrampilan psikomotorik, bahasa, dan sosial anak.

Check Also

Cara-Melatih-Mental

Cara melatih mental

Cara Melatih Mental Melatih mental adalah hal terpenting yang dilakukan oleh seseorang ketika masih usia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *