Breaking News
Home / PPG LDII / Menikah Muda Dalam Pandangan Islam

Menikah Muda Dalam Pandangan Islam

Menikah Muda Dalam Pandangan Islam

“Menikah bukan hanya penyatuan komitmen antara laki-laki dan perempuan. Namun juga komitmen dengan Allah SWT. Sebab saat dua orang laki-laki dan perempuan menikah dengan niat untuk ibadah kepada Allah, maka Allah melibatkan diri di dalamnya”

LDIIKediri.com, (17/01). Menikah merupakan salah satu sunah Rasulullah SAW yang menjadi harapan pemuda pemudi muslim yang sudah menginjak usia dewasa/usia nikah. Namun kebanyakan para remaja kini lebih memilih untuk pacaran dulu sambil menunggu usianya matang (usia 25 tahun keatas) atau menunggu kalau sudah mapan baru mau menikah. Padahal pacaran termasuk perbuatan yang di larang apalagi sampai terjadi pelanggaran, yang dampaknya anak muda salah arah, pergaulan bebas serta hamil di luar nikah, obat-obatan terlarang, dan paling ngeri adalah berani untuk melakukan aborsi NA’UDZUBILLAHI MINDZALIK. Selain itu dampak negatif dari pacaran masih banyak lagi, antara lain :

1) Melemahkan keimanan
2) Suka berangan-angan
3) Produktifitas berkurang
4) Hidup menjadi boros
5) Terjerumus dalam perzinaan
6) Rentan terjadinya pembunuhan

Menikah Muda Dalam Pandangan Islam
Menikah Muda Dalam Pandangan Islam

“Jadilah remaja yang memiliki jiwa alim faqih, mempunyai akhlak yang baik dan mandiri”

Lantas apabila ada pemuda yang menikah di usia muda (awal 20-an), apakah hal tersebut menyalahi aturan dan merupakan tindakan yang ceroboh ? Tentu saja tidak. Sebab di dalam Al-quran Surat Ar-Rum ayat 30 Allah telah berfirman :

“Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah bahwa dijadikan bagi kalian istri-istri dari kaum kalian agar kalian merasa tenteram kepadanya dan Allah menjadikan diantara kamu sekalian ikatan dan kasih sayang, sesungguhnya dalam demikian itu ayat bagi orang-orang yang berfikir”.

Selain itu Rasulullah SAW juga melarang kaum muslim untuk terus-terusan membujang. Orang-orang yang sengaja tidak mau menikah atau benci dengan sunah menikah maka ia bukan umat Nabi Muhammad alias bukan orang Islam.

Sabda Nabi dalam Hadist Sunan Ibnu Majah No. 1846 Kitabu Nikah
”Menikah adalah sebagian dari sunahku, barang siapa tidak mengamalkan sunahku maka bukan termasuk golonganku, maka menikahlah”

Sejatinya menikah bukan mengutamakan keturunan mana, berwajah tampan/cantik, kecocokan hati, kecocokan weton (dalam jawa) dan lain sebagainya. Persoalan agama dengan niat tulus beribadah kepada Allah dan menjalankan sunah Nabi jauh lebih utama. Menikah bukan hanya penyatuan komitmen antara laki-laki dan perempuan. Namun juga komitmen dengan Allah SWT. Sebab saat dua orang laki-laki dan perempuan menikah dengan niat untuk ibadah kepada Allah, maka Allah melibatkan diri di dalamnya.

Cinta dan kasih sayang sejati sepasang kekasih ada dalam pernikahan, bukan dalam pacaran karena dengan menikah ketenangan dan kenyamanan hati akan di dapat. Menikah tidak perlu menunggu mapan atau kaya, sebab untuk urusan rezeki Allah telah berjanji di dalam QS. An-Nur ayat 32

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba- hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dan di perkuat sabda Rasulullah SAW :

“Carilah oleh kalian rezeki dalam pernikahan (dalam kehidupan berkeluarga).” (HR Imam Dailami ).
Kebahagiaan dan keromantisan setelah menikah tidak akan ada habisnya, bahkan akan terus tumbuh sampai hayat. Karena keromantisan tersebut diciptakan oleh jalinan kasih sayang lahir dan batin dari dua insan yang dipersatukan sesuai dengan syariat Islam dengan tanpa di latar belakangi pelanggaran syariat Islam.

Setelah membaca artikel di atas, para generasi muda supaya mengerti dan memahami bahwa menghabiskan masa muda dengan pacaran termasuk hal yamg merugikan diri sendiri, sebab dampak negatifnya merupakan hal-hal yang di larang oleh agama islam. Menikahlah dengan dasar kepentingan agama yang diniati karena Allah, jangan takut melarat atau susah. Jika kita menjadikan Allah sebagai ‘teman komunikasi’, maka niat menikah akan lebih mudah terwujud dan Allah akan memberi kelancaran dan kebarokahan di dalam perjalanan rumah tangga. Amiiin.

Oleh : Raden Rian

Incoming search terms:

  • nikah muda menurut pandangan islam

Check Also

Pemuda-Mandiri

Masalah Pemuda, Masalah Bangsa

Masalah Pemuda, Masalah Bangsa Jakarta (28/10). Peringatan Hari Sumpah Pemuda bagi DPP LDII merupakan pengingat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *