Home / Berita LDII / MUI Bangkalan : Ponpes LDII Metode Pengajarannya Efektif

MUI Bangkalan : Ponpes LDII Metode Pengajarannya Efektif

MUI Bangkalan : Pondok LDII Metode Pengajarannya Efektif

LDIIKediri, (22/04). Disela-sela kesibukan para santri Ponpes Walibarokah, tepat pukul 9.30 MUI Bangkalan memasuki gerbang Pondok Pesantren Walibarokah bersama dengan empat pengurus DPD LDII Kabupaten Bangkalan dan Ali Zuhdi selaku Dewan Pembina DPW LDII Jatim pada Sabtu, 22 April 2017.

Kunjungan MUI Bangkalan
Kunjungan MUI Bangkalan

Beberapa tamu antara lain KH. Moh. Syafi’i Rofi’i selaku Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Bangkalan dan Ketua Ta’mir Masjid Agung Bangkalan, H.M. Zaini, Sekretaris Masjid Agung Bangkalan, Sekretaris MUI Kecamatan Bangkalan, H. Ahmad Affandi, Bendahara Masjid Agung Bangkalan, KH. Ahmad Busyro Damanhuri Ketua Dewan Pimpinan Harian MUI Kabupaten Bangkalan, Abdul Wahid, Pengurus Ta’mir Masjid Agung Bangkalan, KH. Ahmad Ghofir, Pengurus Ta’mir Masjid Agung Bangkalan.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua Pondok Pesantren Walibarokah KH. Sunarto di Wisma Tentram, setelah istirahat sejenak para tamu langsung mengunjungi beberapa kelas yang sedang mengkaji Kitab As-Shaum. KH.Moh. Syafi’i Rofi’i selaku ketua rombongan menyampaikan motivasi pada para santri selama 15 menit.

Kunjungan berikutnya ke perpustakaan yang berada di Menara Agung lantai lantai untuk melihat koleksi kitab, tafsir,syarh hadits, kitab madzhab dan lain-lain serta mendapat penjelasan tentang profil Pondok Pesantren Walibarokah oleh KH. Sunarto dan kurikulum Ponpes Walibarokah oleh KH. Hafiludin.

Menurut KH. Moh. Syafi’i Rofi’i ada perbedaan metode pengajaran antara Ponpes Walibarokah dengan Ponpes lainnya, yaitu langsung mengkaji dengan makna keterangan dan nahwu sharaf disampaikan secara bersamaan sehingga waktu yang di tempuh sangat efisien.

“Kami sangat senang bisa silaturahim ke Pondok Pesantren WaliBarokah, Pondoknya bersih, bangunannya besar dan bagus, secara kwantitas dan kwalitas santri juga baik, ada hal baru yang di dapat tentang metode pengajaran, kalau di kami santri diajarkan nahwu sorof dulu dan ini perlu waktu agak lama untuk santri, tapi di Pondok Pesantren WaliBarokah santri di ajarkan langsung makna keterangan, baru nahwu sorof menyusul atau bebarengan saat memberi makna,” kata Syafi’i Rofi’i.

Kegiatan diteruskan dengan shalat dhuhur berjamaah diteruskan tausiah kurang lebih 15 menit oleh KH. Moh. Syafi’i Rofi’i pada jamaah shalat dhuhur dan kembali ke Wistram untuk acara ramah tamah, sharing tentang pengelolaan Pondok Pesantren Walibarokah dan LDII hingga pukul 13.30 dan penutup acara penyerahan cindera mata oleh Ketua Ponpes Walibarokah kepada para tamu.

Check Also

Generasi-Quran-LDII

Ikhtibar Tahfidzul Quran LDII Kecamatan Kras

Ikhtibar Tahfidzul Quran LDII Kecamatan Kras Di era globalisasi ini kita selalu disibukkan dengan gadget …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *