Breaking News
Home / Berita LDII / PAUB-PK/FKUB Kota Kediri Menjadi Wadah Kerukunan dan Kebersamaan

PAUB-PK/FKUB Kota Kediri Menjadi Wadah Kerukunan dan Kebersamaan

PAUB-PK/FKUB Kota Kediri Menjadi Wadah Kerukunan dan Kebersamaan

Pondok Pesantren Walibarokah menjadi tuan rumah silaturrahim PAUB-PK/FKUB Kota Kediri bersama FORKOPIMDA, Pejabat Pemerintah, TNI/POLRI, Tokoh Masyarakat dan Pengusaha bertempat di Gedung Walibarokah pada 18 April 2018.

Dalam sesi pembukaan sebagai tuan rumah KH. Drs. Sunarto, M.Si menekankan pentingnya kerukunan dan kebersamaan, forum PAUB-PK/FKUB ini adalah wadah terciptanya kerukunan dan kebersamaan masyarakat.

Demikian juga dengan Drs. H. Moh. Salim, M.Pd.I, Ketua PAUB & PK Kota Kediri dengan adanya forum pemangku agama di kota kediri tercipta suasana yang aman, damai dan tertib.

“Forum ini telah berdiri sejak 1998 sampi sekarang telah genap 20 tahun inysa alloh bulan juli ada ulang tahun PAUB-PK/FKUB Kota Kediri,” kata Moh. Salim saat memberikan sambutan.

“Jawa Timur adalah Provinsi paling aman se-Indonesia dan kota kediri juga paling aman se-Jawa Timur kurang lebih karena adanya forum PAUB-PK/FKUB Kota Kediri. Bahkan rumah sakit juga telah bekerja sama dengan PAUB-PK/FKUB Kota Kediri serta BNN. Pemerintah sebentar lagi mengadakan hajat besar pemilihan umum kepala daerah dan pilpres, meminta PAUB-PK/FKUB Kota Kediri ikut menjaga kota Kediri tetap kondusif,” ujar Moh. Salim.

Dr. Ir. Jumadi, MMT  Pjs. Walikota Kediri sangat mendukung forum PAUB-PK/FKUB Kota Kediri, sebab pusat ekonomi ada di kota Kediri dan kota masa depan yang menjadi harapan semua.

“Indikasi kota yang makmur karena terciptanya rasa aman damai, tentram di masyarakat, ini karena peran bapak/ibu semua, Kota Kediri sebentar lagi akan memiliki bandara itu artinya mobilitas orang semakin meningkat dan tuntutan rasa aman harus terpenuhi,” kata Jumadi.

“Walaupun memasuki era digital dengan adanya paguyuban PAUB-PK/FKUB Kota Kediri tidak terjadi tidak ada saling memfitnah, dan saya sangat berterima kasih Ponpes Walibarokah telah ikut membantu perekonomian kota kediri,” ujar Jumadi di akhir sambutannya.

Menurut Prof. Dr. H. Fauzan Saleh, MA, Ketua PD Muhammadiyah Kota Kediri, agama dan budaya tidak untuk saling di bentur-benturkan, bahkan dengan adanya agama dan budaya tercipta fariasi, keanegaraman, perbedaan untuk membangun dinamika. PAUB-PK/FKUB Kota Kediri  menjadi wadah sehingga semua bisa duduk bersama dan bisa saling toleransi saling mengisi, menyatuni dan menolong bukan untuk saling menjatuhkan.

Check Also

Alfian-Nurcahya-BNN-Kabupaten-Kediri

LDII dan BNN Sepakat Melawan Narkoba

LDII dan BNN Sepakat Melawan Narkoba Kediri, (24/17). DPD LDII Kabupaten Kediri mengundang BNN untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *