Breaking News
Home / Parenting / Pola Asuh Orang Tua pada Anak

Pola Asuh Orang Tua pada Anak

Pola Asuh Orang Tua pada Anak

ldiikediri.com pola asuh ortu
ldiikediri.com pola asuh ortu
1. Pola Asuh Otoriter
Pola Asuh yang menerapkan bahwa Orang Tua selalu benar dan keputusannya tidak boleh diganggu gugat oleh anaknya, sehingga apapun perintah orang tua harus dilaksanakan.Anak seperti “robot” yang dikendalikan oleh orang tua
Ciri – ciri pola asuh otoriter :
a. Orang tua suka marah – marah tidak jelas sebabnya.
b. Sering memberikan perintah pada anak dan harus dituruti
c. Lebih menegakkan peraturan
d. Memberikan hukuman pada anak yang melanggar aturan yang dianggap orang tua tidak sesuai
e. Peraturan dibuat sendiri dan tidak meminta pertimbangan anak
f. Mengacuhkan pendapat anak
g. Kurang bisa menghangatkan hubungan orang tua dan anak, seperti majikan dan pembantu
h. Sangat tegas dalam hal apapunDampak yang terjadi pada anak :
a. Anak menjadi penakut dan tidak berani dalam hal apapun
b. Anak menjadi kurang percaya diri / minder
c. Anak menjadi tidak mempunyai inisiatif
d. Anak menjadi  tidak mempunyai kreatifitas
e. Anak menjadi kurang bisa berfikir
f. Anak menjadi rendah diri
g. Anak menjadi lebih tertutup pada orang lain
h. Anak menjadi pencemas
i. Anak menjadi kurang bisa bergaul dengan orang lain
j. Anak menjadi masa bodoh terhadap orang lain
k. Anak hanya patuh semu (Patuh dihadapan orang tua dan memberontak dibelakang orang tua)
2. Pola Asuh Permisif
Pola asuh ini lebih cenderung semua aturan dalam keluarga sepenuhnya ada pada kendali anak, orang tua selalu mengalah dan memanjakan anak. Semua permintaan dan kehendak anak dituruti oleh orang tua.
Ciri – ciri pola asuh permisif :
a. Selalu menuruti kemauan anak yang disampaikan pada orang tua
b. Proteksi pada anak secara berlebihan
c. tidak memaksa anak dalam hal mentaati aturan dalam keluarga
d. Peraturan dalam keluarga menjdai tidak jelas, multitafsir dan tidak konsisten
e. Tidak mendidik anak untuk mandiri
f. Menerima apapun tingkah laku anak tanpa memperhatikan itu salah atau benar
g. Hubungan orang tua dan anak hangat dalam keluargaDampak yang terjadi pada anak :
a. Anak menjadi tidak bisa bersikap dewasa
b. Anak menjadi tidak bisa bertanggung jawab pada segala hal
c. Anak menjadi semaunya sendiri dan tidak mengenal aturan
d. Anak menjadi selalu bergantung pada orang lain
e. Anak menjadi tidak bisa menghargai orang lain
f. Anak menjadi tidak mempunyai inisiatif sendiri
g. Anak menjadi sulit berkreasi
h. Anak menjadi suka melakukan perlawanan / memberontak

3. Pola Asuh Menang – Kalah

Pola asuh ini sangat membingungkan pada anak, orang tua cenderung kurang bisa konsisten. Kadang keras kadang juga lemah.
Ciri – ciri pola asuh menang – kalah :
a. Orang tua mudah marah pada anak akan tetapi juga mudah memberikan kasih sayang pada anak
b. Sikap orang tua menjadi tidak konsisten, kadang keras dan kadang lemah
c. Sikap antara bapak dan ibu kurang sinkron, sering bertolak belakangDampak yang terjadi pada anak :
a. Kondisi psikologis anak menjadi terombang ambing
b. Anak menjadi selalu gelisah
c. Anak menjadi bingung, tidak bisa membedakan dan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah
d. Anak menjadi tidak mempunyai pendirian / plin plan
e. Sangat membahayakan terhadap perkembangan psikologis anak
4. Pola Asuh Neglecting
Pola asuh ini, orang tua cenderung cuek pada anak, sering mengabaikan anak, tidak mengurusi anak. Terkadang orang tua tersibukkan oleh pekerjaan atau mungkin status keberadaan anak tidak diharapkan oleh orang tua
Ciri – ciri pola asuh neglecting :
a. Membebankan tanggung jawab mengasuh anak pada orang lain
b. Peraturan dalam keluarga menjadi tidak jelas arahnya
c. Sangat cuek dengan kondisi anak
d. Tidak mau mendengarkan pendapat dari anak
e. Komunikasi antara orang tua dan anak kurang bisa terjalin dengan baik
f. Hubungan orang tua dan anak kurang bisa hangat
Dampak yang terjadi pada anak :
a. Sangat membahayakan terhadap perkembangan psikologis anak
b. Anak menjadi selalu gelisah
c. Anak menjadi bingung, tidak bisa membedakan dan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah
d. Kondisi psikologis anak menjadi terombang ambing
e. Lebih cenderung memilih orang lain daripada orang tua
f. Lebih mentaati aturan dari orang lain daripada orang tua
g. Lebih menyayangi orang lain daripada orang tua
5. Pola Asuh Otoritatif, Demokratis dan Dialogis
Dalam pola asuh ini, orang tua lebih bisa memberikan kebebasan pada anak akan tetapi ada kendali dari orang tua dan tidak melanggar norma yang berlaku. Dalam hal ini, anak dilatih untuk bertanggungjawab terhadap suatu hal dan lebih percaya pada orang lain.
Ciri – ciri pola asuh otoritatif, demokratis dan dialogis :
a. Pola asuh yang diterapkan tidak menang dan tidak kalah, baik dari pihak anak maupun orang tua
b. Penerapan peraturan secara tegas dan dikomunikasikan secara jelas oleh anak dan orang tua
c. Orang tua selalu mendukung perilaku positif anak
d. Mengedepankan musyawaroh dalam menentukan suatu hal
e. Hubungan orang tua dan anak sangat hangat
f. Komunikasi antara orang tua dan anak sangat bisa terjalin dengan baik
g. Orang tua sangat memahami kebutuhan anak
h. Orang tua mempunyai harapan yang realistis sesuai dengan kemampuan dan fase perkembangan anak
i. Selalu menghargai anak, tidak pernah meremehkan anak
j. Antara orang tua dan anak membiasakan saling meminta maaf bila berbuat kesalahan
k. Apabila anak berbuat salah, orang tua menegur dengan perkataan yang baik dan tidak menyinggung hatinya anakDampak yang terjadi pada anak :
a. Anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik
b. Anak bisa merasa bebas akan tetapi disertai dengan tanggungjawab
c. Anak bisa saling menghormati dan menghargai pada orang lain
d. Psikologis anak menjadi baik
e. Anak menjadi kreatifi, inisiatif dan mempunyai banyak akalDengan beberapa pola asuh orang tua kepada anaknya tersebut di atas, bisa memilih mana pola asuh yang tepat dan yang ideal untuk pendidikan anak sehingga nantinya bisa menjadi baik secara fisik maupun mentalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *